Pilih jujur atau enggak?

Saya pernah liat acara reality show UYA KUYA di tv. Si Uya menghipnotis orang, trs ditanya2in. Kebongkarlah semua rahasia orang itu. Nah, waktu itu yg dihipnotis seorang ibu2 di mal. Dia bilang dia lg jalan2  ama temennya (cowok). Pas ditanya dia udah menikah ato belom, dia jawab udah. Suaminya lg kerja di Dubai. Jadi intinya si ibu ini selingkuh sama temen cowoknya itu. Tapi katanya si ibu menyesal karena dia masih cinta ama suaminya dan merasa bersalah. Pas di akhir cerita, si Uya ngasih sugesti, dia bilang mendingan ibu jujur sama suami ibu. Karena jujur itu penting, nggak ada yang ditutup2i, yang penting ibu udah jujur. Trs ibu itu siuman. Selesai!

Tapi, apa iya masalah selesai gitu aja. Menurut saya, nasehat si Uya itu malah justru membuat masalah baru. Jujur ama suaminya, bilang kalo istrinya di Indonesia menjalin kasih sama cowok lain? Yang benar aja!! Bisa2 rumah tangga orang hancur berantakan. Bukannya saya nggak setuju klo jujur itu penting. Tapi klo kejujuran malah justru bikin masalah besar, menurut saya nggak bijak aja. Kecuali klo emang ibu itu pengen masalah besar itu ada.

Masih bingung ama pemikiran saya? Yah, ini cuma pemikiran saya aja loh. Dalam kasus ibu itu, JUJUR=CERAI! Sudah bisa dipastikan lah, pasti ujung2nya kesitu. Mana ada sih orang di dunia ini yang rela pasangannya menduakan cintanya. Apalagi kondisinya si suami capek2 cari nafkah di luar negeri untuk biaya anak istrinya di tanah air. Pasti terpukul banget. Sekarang coba pikirin dari sisi si suami. Seandainya suaminya dapet kabar kayak gitu, reaksinya adalah:

1. Shock, marah;

2. Stress, tidak bisa berpikir jernih;

3. Nggak konsen ke pekerjaan, hancur;

4. Pulang ke Indonesia, cerai, nuntut hak asuh anak2.

Runyam semua kan? Cuma gara2 satu pengakuan, “saya telah selingkuh di belakangmu..” Mungkin saat ibu itu memutuskan untuk ngomong jujur, batinnya terasa agak lega karena serasa beban yang selama ini menumpuk akhirnya bisa dikeluarkan. Tapi apa dampaknya? Kalo dia lebih mementingkan perasaan leganya sendiri tanpa memedulikan dampaknya, berarti egois donng! Dia nggak sadar klo bebannya udah berpindah ke orang lain.

Nggak hanya perasaan suaminya yang dia korbankan, anak2nya gimana? Gimana perasaan anak2nya klo tau ibunya selingkuh, reaksinya mungkin:

1. Sedih;

2. Benci ibunya.

Nah lo!? Jadi, pikir2 lagi klo mo jujur. Kecuali,,, klo si ibu itu emang pengen berpisah dari suaminya. Ya, klo itu sih jujur aja. Tapi, klo ibu itu menyesal, merasa bersalah, ingin mempertahankan rumah tangganya,, just SHUT UP!

Menyesal? Putuskan saja hubungan sama temen mesranya. Akhiri dan jangan coba2 lagi bermain api.

Merasa bersalah? Simpan rasa bersalahnya itu untuk dirinya sendiri. Itu menjadi urusannya sama Tuhan. Mohon ampun sama Tuhan, dan berdoa semoga Tuhan melindungi suami dan keluarganya supaya jangan sampai aib ini diketahui. Urusan batinnya tersiksa karena sudah berbohong ato perasaan nggak enak, itu resiko yang harus ditanggungnya sendiri! Jangan libatkan orang lain untuk menanggung rasa sakitnya itu.

Ingin mempertahankan rumah tangga? Ya, mulailah dari awal lagi. Jadi ibu yang baik, jadi istri yang baik dan setia.

Menurut saya itu penyelesaian yang paling baik. Jujur emang penting, tapi di atas itu ada yang lebih penting lg yaitu bijaksana.  Jadi saya pilih jujur yang bijaksana…

Bagaimana dengan pilihanmu?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: