Marriage (Pernikahan)

Sebelumnya terima kasih buat teman2 saya atas semua ucapan serta doanya yang ditujukan untuk kami. Saya jadi teringat salah satu teman yang tinggal jauh di seberang pulau. Beberapa hari sebelum hari pernikahan saya, dia menelpon saya. Sambil cerita-cerita melepas rindu, dia bilang, “Aaahh,,, gue keduluan deh!! Gue kapan merit ya tik?? Ada sih yang lg deket ama gue,, dia serius, tapi ada satu yang bikin gue ilfil tik. Ha~ahh…”.

Pernah mengalami pertanyaan serupa? Makanya saya buat tulisan ini untuk teman2 saya, terutama yang cewek, dan sedang mencari pasangan hidup.

Klise. Cewek bisa mengeluarkan seribu alasan klise untuk menolak menikah. Ada aja alasan yang bikin cewek gak sreg sama cowoknya. Kurang mapan,, (ini menurut ukuran ceweknya masing2, karena ukuran mapan bagi tiap cewek beda2), kurang ganteng,, (hihi… ini jg subjektif), sifatnya gak cocok lah, dan lain sebagainya. Trus ada lagi kalimat yang paling sering diucapkan cewek2 yang ragu2 sama pacarnya, “ada satu sifatnya yang bikin gue agak ilfil,  gak kebayang aja selama hidup gue nanti bakal sama orang itu trs.” Kira2 begitulah kalimat yang dikutip dari pembicaraan saya dan teman saya tadi.

Saya ingin bagi2 ilmu buat cowok yang udah serius menjalin hubungan menuju ke arah pernikahan tapi ceweknya malahan memutuskan hubungan dengan beribu alasan yang menurutnya masuk akal. Nasehat saya, jangan pikirin alasan yang dilontarkannya. Karena sebenernya alasannya cuma satu, dia belum siap menikah! That’s it. Oya, ini berlaku jg sebaliknya ya, buat cowok yang muter-muter jawabannya saat ditanya ceweknya, “mau dibawa kemana hubungan kita?”. Sama, cowok itu juga belum siap menikah.

Tipe cowok standar yang diimpikan bagi setiap cewek untuk dinikahi adalah yang mapan. Ini emang alasan sebagian besar cewek2 di dunia (menurut versi saya..). Tapi, hati2, buat para cewek yang menolak cowok dengan alasan ini, saya ingin ngasih masukan. Boleh aja kita cari yang mapan, tapi ukuran mapan harap ditentukan dulu. Mapan yang dimaksud itu yang seperti apa. Cowok berhak dapet penjelasan ini lho. Trus, ingat hidup itu berputar bagai roda. Bisa aja kita udah dapet yang mapan menurut anggapan kita, tapi kehidupan yang akan datang siapa yang tau? klo tiba2 roda lagi di bawah, masa kita mau ninggalin suami kita? Gak mungkin kan,, makanya menikah berarti harus siap menghadapi saat2 di atas ataupun di bawah. Seorang istri harus siap mendukung suami saat senang maupun susah.

Trus, masalah sifat. Seorang cewek sangat pilih2 sama urusan yang satu ini. “gue mau cowok yang kayak gini,, yang kayak gitu,, dsb” hampir mendekati sempurna. Ada satu aja sifat yang gak cocok, langsung ilfil. Coret dari daftar calon suami. Inget non, nobody’s perfect. Klo kita terus cari dan cari cowok yang kayak kita mau, saya yakin gak akan nemu. Daripada buang-buang waktu nyari yang gak akan ada, mending kita berdamai sama ketidak-sempurnaan. Cari solusi untuk menyiasati sifat buruknya itu. Karena pernikahan itu berarti kita menghabiskan sisa hidup terus sama orang itu. Makanya, klo nggak mau punya nasib kayak artis2 yang kawin-cerai-kawin-cerai itu, kita harus berdamai sama sifatnya. Kita pikir aja, yang punya sifat buruk bukan hanya dia lho, kita juga punya sifat buruk yang harus dimaklumi pasangan kita. Pernikahan berarti toleransi. Intinya adalah komunikasi. Coba lihat aja pernikahan mama papa kita yang masih awet walopun udah bertahun2. Jadi, jangan selalu mencari-cari kejelekan, pasti nggak akan ada habisnya, coba cari kebaikannya yang bikin kita mantap untuk menikah sama dia.

Yang terakhir, ini penting. Menikah itu bukan main2. Harus ada planning buat ke depannya. Dan seorang cowok yang udah berani melamar cewek pasti udah punya planning itu. Makanya, cewek berhak tau apa planningnya itu. Mulai dari setelah nikah tinggal dimana, masalah keuangan, sampai pada kegiatan istrinya setelah nikah (apakah bekerja bantu suami ato di rumah). Tanyain yang jelas, ini penting buat kenyamanan hati si cewek. Cewek kan butuh nyaman dan aman. So, buat para cowok yang belum punya planning, harap dipersiapkan dari sekarang! Karena kamu yang akan jadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab atas hidup istri dan anak kamu kelak! Cewek juga jangan mau-mau aja diajak nikah, harus ditanya dulu planning-nya.
Klo masalah fisik, saya yakin cewek gak terlalu mentingin soal fisik. Fisik itu relatif lah. Jadi, jangan minder buat cowok yang menurutnya punya kekurangan fisik (kurang ganteng maksudya,, hehehe). Jangan khawatir. Bener kan para cewek?

Ups, ada yang lupa. Yaitu cinta. Klo udah cinta, menurut saya ke lubang semut pun asalkan sama orang yang dicintai pasti dijalanin. Jadi, tanya baik2 hati kita, apakah kita mencintai orang ini?

So, bagi cewek2 yang pada ngiri liat pernikahan temennya dan meratapin nasib “kapan ya gue kayak gitu”, “kapan ya gue ketemu sama calon pendamping gue? Mungkin permasalahannya bukan pada pacar mu tapi mungkin pada dirimu sendiri. Memang sudah siap menikah??  Mungkin karena hati belum siap menikah itulah yang bikin Jodohmu belum keliatan.

Klo persyaratan di atas udah dipenuhin, hati udah yakin, udah mantap, jangan ragu untuk bilang “YA”. Klo hati udah siap, insya Allah jodoh akan datang dengan sendirinya. Just believe it…🙂

Selamat berumah tangga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: