Hai, Calon Anakku

Hai, calon anakku…
Perkenalkan, aku calon ibumu. Tidak usah kecewa begitu. Aku tau aku tidaklah secantik ibu-ibu temanmu nanti. Tapi percayalah, aku cukup cantik menurut calon ayahmu, jadi mau tidak mau kau juga harus menyetujuinya.

Hai, calon anakku…
Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Mempersiapkan diri untuk menemuiku? Apa saja yang kau persiapkan kalau boleh aku tahu? Persiapkan saja fisik dan mentalmu ya. Sisanya biar aku yang lakukan. Kau tidak perlu khawatir. Apapun akan kulakukan untukmu nanti. Tidak percaya? Percaya saja…

Hai, calon anakku…
Karena kau adalah calon anakku, rupamu pasti mirip denganku. Tidak mau? Kenapa? Karena aku tidak cukup cantik menurutmu? Jangan begitu, kau harus menerima takdirmu. Karena aku telah memilihmu untuk jadi calon anakku, jadi kau tidak punya pilihan lain. Sudah kubilang tidak usah kecewa. Kata orang semua bayi itu lucu, jadi kau juga pasti lucu dan semua orang akan mencintaimu. Tenang saja, tidak usah takut untuk mirip denganku.

Hai, calon anakku…
Tahukah kau, calon ibumu ini begitu merindukanmu. Tidak sabar untuk melihatmu. Bagaimanapun keadaanmu nanti, aku akan mencintaimu tanpa syarat apapun. Apakah kau juga merindukanku? Tidak sabar ingin menemuiku? Kalau kita bertemu nanti, apa yang akan kau lakukan? Pasti kau menangis. Tapi beritahu aku ya, kau menangis karena apa. Biarkan aku tahu apa yang menyebabkanmu menangis. Supaya aku bisa memelukmu, supaya aku bisa membelaimu dengan lembut. Kau akan menyukainya nanti. Dan tangismu akan berhenti, berganti senyuman yang akan kau berikan untukku. Janji ya…

Hai, calon anakku…
Jangan takut untuk lahir ke dunia. Walaupun bumi nanti tidak akan senyaman dulu, tapi kau tidak perlu takut. Ada aku calon ibumu, calon ayahmu, dan Tuhanmu yang akan menjagamu. Kau berusaha saja semampumu, sisanya biar kami yang lakukan. Kau harus percaya padaku, karena aku akan percaya padamu. Seperti Tuhanmu yang mempercayakan aku untuk menjadi calon ibumu.

Hai, calon anakku…
Berjanjilah untukku. Jika kau jadi anakku nanti, kau akan berusaha menjadi anak yang baik. Nanti aku akan mengajarimu bagaimana caranya. Itu sudah menjadi tugasku, kau tidak perlu khawatir. Berjanjilah juga kau akan selalu bersyukur pada Tuhanmu seperti apapun keadaanmu nanti. Dengan bersyukur, hidupmu senantiasa akan bahagia. Kau bisa pegang kata-kataku ini. Karena itulah rahasia hidupku sampai saat ini.

Hai calon anakku…
Kapan kau akan menemuiku? Jangan lama-lama kau di atas langit sana. Turunlah segera ke bumi. Mintalah pada Tuhanmu untuk segera memberimu untukku. Aku janji tidak akan mengecewakanmu. Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untukmu. Kau bisa mempercayaiku, karena aku calon ibumu…

>> tulisan ini sempat diikutkan dalam lomba menulis “Surat untukmu, Nak”. tapi nggak lolos… :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: